27 November 2007

Kedokteran Penerbangan Sipil

Dua minggu kedepan saya akan mengikuti kursus singkat tentang Australian Certificate of Civil Aviation Medicine. Sesuai dengan judulnya kursus ini adalah tentang kedokteran penerbangan sipil yang di sertifikasi oleh Australia. Kesan saya di dua hari pertama ini adalah: it's amazing hehe... Untuk pertama kalinya saya merasakan kokpit pesawat, simulasi dan latihan take off, menerbangkan pesawat dan landing. Minggu pertama adalah mempelajari lingkungan penerbangan, lingkungan kabin dan semua hal yang berhubungan dengan dampak dari berada di ketinggian.

Minggu kedua akan diisi dengan kegiatan di Alfred Hospital, untuk belajar tata cara pemeriksaan pilot dan kru serta kebugaran pasien untuk layak terbang. Semuanya dirangkum dalam sesi klinik untuk kedokteran penerbangan.

Kursus ini merupakan kursus internasional yang rutin diadakan setiap tahun bekerja sama dengan CASA. Peserta kali ini datang dari Nigeria, Hongkong, UK, Selandia Baru, Australia dan tentunya ada yang dari Indonesia yaitu saya hehe :p. Tim medis Emirate juga merupakan alumni dari kursus ini. Terimakasih buat ADS yang sudah mau membiayai kursus yang lumayan mahal ini dan saya berjanji tidak akan menyia-nyiakannya :D.
Demikian sekilas info, sampai bertemu kembali pada postingan berikutnya tentang tips sehat untuk terbang dan laporan dari Bandara Tulamarine Melbourne ;)
Isi lengkap kursus ini dalam bahasa inggris ada di sini

Baca Selengkapnya >>

19 November 2007

Imunisasi untuk Pekerja

Imunisasi untuk pekerja saat ini mungkin masih belum menjadi prioritas dalam program program pemerintah atau program ketenaga-kerjaan. Padahal hal ini merupakan bagian yang penting dan tidak bisa dipisahkan dari produktivitas pekerja dan akan berpengaruh terhadap pencapaian suatu perusahaan atau tempat kerja.
Secara umum immunisasi pada pekerja di sarankan pada mereka yang berhubungan atau kontak dengan orang sakit, hewan dan cairan tubuh seperti darah atau produk lain yang beresiko.

Beberapa contoh imunisasi yang disarankan adalah:
  • Hepatitis B untuk pekerja yang selalu kontak dengan cairan tubuh atau darah manusia, dan jarum suntik, seperti petugas pelayanan kesehatan, polisi, dan pekerja pelayanan kegawat daruratan.
  • Hepatitis A untuk pekerja yang tinggal atau sering mengunjungi daerah terpencil, berhubungan dengan limbah, kuras WC dan sejenisnya, petugas TK, Kindergarten atau penitipan anak dan penjaga orang dengan keterbatasan mental.
  • Chickenpox (cacar air) untuk guru sekolah dasar, petugas TK, penitipan anak dan petugas kesehatan. (terbatas bagi mereka yang belum pernah kena cacar sebelumnya
  • Q fever untuk tukang jagal, pengangkut hewan potong, dokter hewan dan petugas yang berhubungan dengan specimen hewan, peternak sapi, kambing dan sejenisnya.
  • Tetanus untuk pekerja yang selalu kontak dengan tanah, debu, limbah dan pupuk hewani.
  • Pertussis untuk petugas penitipan anak, petugas kesehatan di bagian anak dan kebidanan.
  • Bagi pekerja yang melakukan perjalanan ke luar daerah atau luar negeri, hendaknya mempertimbangkan kondisi daerah yang akan dikunjungi dan disarankan untuk melakukan imunisasi yang spesifik untuk masing-masing negara.
Pandangan-pandangan negatif yan masih sering dijumpai dalam penerapan imunisasi untuk pekerja adalah:
  • Imunisasi hanya untuk anak-anak, dan menganggap imunisasi yang didapat waktu kecil sudah cukup.
  • Takut akan efek samping
  • Kurang yakin dengan efektifitas imunisasi
  • Biaya yang cukup mahal dan kurangnya subsidi dari tempat kerja.
Sehingga sangat penting untuk memberikan pencerahan kepada mereka yang menolak dan memberikan bukti-bukti ilmiah tentang pentingnya, efek samping yang mungkin muncul dan efektifitas program ini. Pemilik perusahaan atau tempat kerja juga harus membicarakan secara terbuka, dan sebaiknya memberikan subsidi atau bahkan menanggung semua biaya untuk pekerjanya.

Baca Selengkapnya >>

13 November 2007

Khawatir dengan Varises?

Klik Gambar Varises untuk memperbesarVarises ditandai oleh pelebaran pembuluh darah balik (vena) yang sering tampak berkelok-kelok dan seperti teranyam di jaringan bawah kulit. Varises bisa terjadi pada vena-vena di daerah lambung, tungkai dan di beberapa organ tubuh yang lain. Tulisan kali ini akan membahas tentang varises pada vena tungkai bawah yang selanjutnya akan ditulis varises saja, permasalahan dan penanganannya.

Secara medis, varises dianggap tidak terlalu penting dan jarang memerlukan penanganan. Ini disebabkan karena varises terjadi pada hampir sepertiga orang dewasa dan hanya sedikit yang menimbulkan masalah yang serius. Akan tetapi, secara kosmetik keadaan ini cukup mengganggu dan bisa mengurangi rasa percaya diri. Apalagi beberapa survei telah membuktikan bahwa keindahan kaki adalah salah satu yang menjadi perhatian lawan jenis. Kejadian varises cenderung meningkat seriring usia dan pada saat kehamilan. Beberapa sumber menyebutkan kemungkinan adanya peranan faktor keturunan atau keluarga.

Pada kebanyakan orang juga sering ditemukan telangiectasis, yaitu vena kecil berwarna biru kegelapan seperti vena yang pecah atau laba laba kecil. Keadaan ini tidak sama dengan varises meskipun sering terjadi bersamaan dengan varises. Ini hanya menggangu secara kosmetik dan tidak mengakibatkan gangguan secara medis.

Selain masalah kosmetik, varises ditandai oleh beberapa keluhan. Yang paling sering adalah perasaan tidak nyaman pada tungkai seperti agak gatal, terasa berat dan pegal. Keluhan ini biasanya bertambah berat setelah berdiri lama, berjalan dan pada akhir aktivitas atau sore hari. Keluhan ini bisa dikurangi dengan mengangkat tungkai bawah atau menggunakan stocking khusus saat beraktifitas. Pada pasien yang gemuk, penurunan berat badan juga sering membantu mengurangi gejala.

Pada keadaan yang lebih berat, varises bisa ditandai oleh pembengkakan pada tungkai bawah. Peradangan vena (phlebitis) yang melewati lutut dapat menimbulkan penyumbatan vena yang letaknya lebih di dalam (deep vein thrombosis) dan bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Untuk mengobati peradangan tidak dianjurkan untuk menggunakan antibiotik, karena penyebabnya bukanlah infeksi kuman. Pengobatan biasanya terbatas pada penggunaan anti radang dan penghilang rasa nyeri. Pada kasus yang berat gejala bisa disertai perdarahan, perubahan kulit dan ulkus atau luka akibat tekanan vena yang tinggi. Pengobatannya bisa berupa operasi secara konvensional, menggunakan laser dan sclerotherapy. Metode yang terakhir biasanya lebih efektif untuk varises yang lebih kecil. Sclerotherapy biasanya dikerjakan melalui penyuntikan sclerosant ke daerah vena untuk mengurangi varises disertai dengan penekanan, pembebatan atau penggunaan pakaian yang ketat. Beberapa penelitian menunjukkan kekambuhan varises yang sering terjadi setelah lima tahun pengobatan dengan metode ini.

Mengenali jenis pekerjaan anda, apakah melibatkan aktivitas dengan berdiri yang lama merupakan pencegahan yang cukup efektif. Tips kesehatan secara umum yang bisa mecegah terjadinya varises dan memberatnya varises yang sudah ada adalah dengan menjaga berat badan ideal, olahraga yang teratur, menghindari konstipasi (membiasakan buang air besar tiap pagi dan teratur mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan), dan meghindari pemakain sepatu dengan hak tinggi.
Semoga bermanfaat dan tetap sehat di tempat kerja.


Referensi:
1. Campbell B, Varicose veins and their management. BMJ 2006;333;287-292
2. Chengelis DL, Bendick PJ, Glover JL, Brown OW, Ranval TJ. Progression of superficial venous thrombosis to deep vein thrombosis. J Vasc Surg 1996;24:745-9.
3. The Australasian College of Phlebology. Varicose veins. [cited: 9 November 2007] Available from: http://www.phlebology.com.au/forms/selmenu.aspx?selmenu=5
Sumber gambar: Campbell, 2006.

Baca Selengkapnya >>

07 November 2007

Yang Baru tentang Migren

Minggu ini, Prof Paul R.Martin, seorang professor yang bergelut dibidang migren dan segala jenis sakit kepala serta peraih Centenary Medal tahun 2003, memberikan kuliah umum mengenai migren. Judul kuliahnya:
Triggers of migraine and headache: to avoid or not to avoid, that is the question
Maksudnya pencetus migren itu sebaiknya dihindari apa malah dihajar saja.

Migren adalah kelainan yg ditandai oleh sakit kepala sedang sampai berat, lebih sering pada satu sisi, berdenyut dan berakir dalam beberapa jam hingga hari. Gejala lain yan menyertai sangat bervariasi dari ganguan pencernaan seperti mulal dan muntah hingga silau atau takut melihat sinar (photophobia). Pencetusnya juga sangat bervariasi dan berbeda-beda pada setiap orang. Secara umum pencetus tersebut dikelompokan menjadi faktor lingkungan, makanan, bahan kimia, hormonal dan perilaku. Yang menjadi fokus adalah makanan yang paling sering di klaim sebagian pencetus pada sebagian penderita yaitu cokelat.

Kesimpulan dari kuliah umumnya dan yang merupakan konsep baru dalam penanganan migren adalah bahwa dengan tidak menghindari faktor pencetus bahkan sengaja memberikn paparan terhadap pencetus migren bisa memberikan dampak positif pada penderita migren. Penyebnya tidak lain karena penderita migren akan mampu beradaptasi lebih baik dengan penyakitnya dan perlahan-lahan akan terbangun kekebalan dan pertahanan tubuh apabila penderita tersebut terpapar lagi oleh pencetus migren. Konsep ini mematahkan konsep tradisional bahwa pencetus migren harus dihindari. Menurut Prof Martin, menghindari pencetus akan memperberat gejala karena bertambahnya kecemasan terhadap pencetus itu sendiri.

Jadi penggemar cokelat tapi sering migren karenanya.. hajar saja....

Baca Selengkapnya >>

Sensitifitas Terhadap Makanan

Reaksi seseorang terhadap makanan bersifat individual. Artinya setiap orang akan memberikan reaksi yang berbeda terhadap makanan yang sama. Pada tulisan ini akan diulas secara umum rekasi yang tidak diinginkan terhadap makanan yang secara garis besar dikelompokan menjadi dua yaitu alergi makanan dan intoleransi makanan.

Alergi makanan melibatkan respon sistem kekebalan tubuh terhadap komponen makanan. Sayangnya respon tersebut menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan dan menimbulkan berbagai keluhan. Ada dua jenis reaksi alergi makanan yaitu jenis yang pertama merupakan rekasi cepat, biasanya terjadi dalam 60 menit setelah makan. Jenis ini ditandai oleh kulit yang kemerahan dan gatal, gangguan pencernaan dan yang paling berat bisa syok. Makanan yang sering dituduh menyebabkan ini adalah ikan, kerang, udang kacang-kacangan, telur, susu dan bery.


Jenis yang kedua adalah reaksi lambat, biasanya terjadi dalam satu sampai dua hari setelah makan. Gejalanya hampir sama dengan yang reaksi cepat tetapi berat ringannya gejala tergantung jumlah makanan yang dimakan. Gejala akan berkurang sendiri dengan berkurangnya konsumsi makanan penyebab. Jenis makanan biasanya yang mengandung susu, tepung, cokelat, cola, jagung, telur, daging (sapi, babi, ayam), kacang-kacangan, tomat, jeruk, mentimun dan bawang putih.

Intoleransi terhadap makanan menimbulkan efek negatif melalui mekanisme yang berbeda. Disini tidak ada aktifitas sistem kekebalan tubuh tetapi terdapat pengeluaran enzim-enzim dalam tubuh yang memberikan gejala seperti gejala akibat efek obat. Gejala yang muncul biasanya bervariasi dari hitungan jam hingga beberapa hari, ditandai dengan sakit kepala, migren, gemetar, berkeringat dan berdebar-debar. Gejala lain yang juga sering dtemui adalah diare dan gangguan konsentrasi. Jenis makanan dan minuman yan menjadi penyebab adalah kopi, teh, cokelat, keju, pisang, ekstrak ragi dan beberapa jenis penyedap rasa seperti MSG.

Menegakkan diagnosis alergi makanan atau intoleransi makanan tidaklah gampang. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah riwayat pasien, pengamatan klinis, riwayat makanan yang di konsumsi dan pemeriksaan penunjang. Yang paling sering dilakukan adalah chalenge test dengan memberikan makanan atau komponen makanan yang dicurigai. Cara lain adalah eliminasi atau pengurangan jumlah makanan yang dicurigai kemudian diamati gejala klinisnya. Tes laboratorium untuk alergi dan intoleransi makanan seperti RAST dan skin test memiliki sensitifitas atau ketepatan yang sangat rendah dan sering memberikan informasi yang salah tentang kondisi pasien. Sehingga dalam menegakkan diagnosis yang paling baik adalah dengan mengkombinasikan riwayat makanan, pengamatan klinis dan pemeriksaan laboratorium.

Obat yang paling baik bagi penderita alergi dan intoleransi makanan adalah menghindari makanan penyebab apabila sudah diketahui. Biasakan membaca label produk makanan untuk mengetahui kandungannya, sehingga bisa mencegah terjadinya efek yang tidak diinginkan bagi mereka yang sensitif terhadap makanan.

Tulisan ini hanya gambaran umum saja, kalau ada yang ingin didiskusikan sehubungan dengan sensitifitas terhadap makanan disilahken.


Sumber: bacaan minggu ini
Briggs DR, Lennard LB. Food Sensitivities. In Wahlqvist ML. Ed. Food and Nutrition – Australia, Asia and the Pacific. Sydney: Allen&Unwin Pty Ltd, 1997;425-33

Baca Selengkapnya >>

Gelombang Elektro Magnetik dan Kesehatan

Berita-berita, isu, rumor mengenai pengaruh gelombang elektromagnetik (EMF) dan kesehatan sudah beredar lama di masyarakat. Dari pengaruh telepon genggam terhadap kesehatan hingga pengaruh tinggal dibawah aliran listrik tegangan tinggi. Sejauh ini bukti-bukti ilmiah memang menunjukkan adanya hubungan positif antara gelombang elektromagnetik (EMF) dengan peningkatan resiko beberapa jenis kanker. Lalu benarkah rumor yang beredar dimasyarakat?

Peneliti-peneliti dari State University of New York menyatakan bahwa 1/3 penderita kanker pada anak-anak terbukti terpapar EMF. Di awal tahun 1990, Environmental Protection Agency (EPA) organisasi pemerinah di Amerika yang bergerak dibidang kesehatan lingkungan menetapkan EMF sebagai karsinogen kelas B (sama dengan kelas 2A klasifikasi WHO) bersama dengan formalin dan DDT (yang artinya memiliki potensi menimbulkan kanker, ditandai dengan sudah cukup bukti-bukti ilmiah pada percobaan binatang tetapi bukti-bukti ilmiah efeknya pada manusia masih terbatas).

Alat-alat apa saja yang memancarkan EMF?

Saluran listrik tegangan tinggi mengeluarkan EMF yang cukup tinggi.Tetapi sangat sulit menjawab pertanyaan seberapa besarkah pancaran gelombang yang sampai ke rumah kita. Perusahaan listrik memiliki standar ketinggian penempatan kabel dan konfigurasi terbaik untuk membuat jaringan listrik menjadi aman, selain bukti-bukti ilmiah juga belum ada dan sepanjang standar itu diikuti, kita tidak perlu khawatir. Sedangkan jaringan listrik dalam rumah biasanya mengeluarkan EMF dalam batas aman.

Komputer memancarkan EMF dari semua sisi-sisinya. Kalau benar para blogger terancam kesehatannya neh..he..he.. Begini ceritanya... Beberapa negara yang memproduksi komputer menyatakan gelombang EMF yang dipancarkan oleh komputer pada jarak 50 cm dari layar bisa mencapai 0,25 milliGauss (mG), satuan untuk menyatakan jumlah EMF. Sedangkan standar di beberapa negara termasuk Amerika dan Swedia adalah 1 mG. Jadi masih aman buat pengguna kompuer khususnya bloggers. Tetapi harus tetap berhati-hati dengan jalan jangan terlalu dekat dengan komputer (apalagi mukanya sampai nempel di layar :D)

Selimut listrik (di Indonesia mungkin hampir tidak ada yang menggunakan) yang masih digunakan di negara empat musim dinyatakan memiliki pancaran EMF yang bisa menembus lapisan tubuh kita hinga 15-20 cm. Sehingga penggunaanya dalam jangka panjang sangat tidak dianjurkan.

Yang paling kontroversial adalah penggunaan telepon genggam, meskipun belum cukup bukti untuk mendukungnya. Besar gelombang yang dipancarkan sangat tergantung dari tipe dan jenis telepon. Ada yang dilaporkan bisa mencapai 10 mG, sementara beberapa tipe malah tidak terukur atau sangatkecil. Belum jelas jenis dan tipe apa yang memancarkan gelombang tinggi, yang jelas kewaspadaan kita adalah karena alat ini digunakan begitu sangat dekat dengan tubuh terutama alat-alat di kepala. Oleh karena itu untuk meminimalisai resiko, sebaiknya tidak menelpon dan/atau ditelpon lebih dari 1 jam sehari.

Alat-alat elektronik yang lain seperti televisi, kulkas, microwave oven, dan hair dryer juga mengeluarkan gelombang EMF yang tidak sedikit. Mengingat listrik dan alat-alat elektronik tersebut merupakan kebutuhan kita maka gelombang EMF itu akan selalu ada disekitar kita. Tetap waspada dan minimalisasi resiko. Yang terpenting adalah menghindari paparan jangka pendek dengan tidak terlalu dekat dengan alat-alat tersebut saat dipakai dan paparan jangka panjang dengan menjaga jarak sekitar 2 meter dari alat-alat elektronik saat kita tidur.

Update 28 Oktober 2007:

Masalah utama dalam analisis pengaruh EMF [termasuk juga isu2 kesehatan lingkungan yang lain] adalah sulitnya melakukan penilaian terhadap jumlah paparan pada tingkat individu, sehingga penelitian2 yang sudah ada, biasanya memunculkan hal ini sebgai kelemahan dalam metodologi penelitian mereka.

Baca Selengkapnya >>

Taut

Taut Utama
Taut Spesial
Webmail
Blog Kesehatan
Blog Temans

Baca Selengkapnya >>

About

Tentang MediLog

MediLog™ tidak memiliki afiliasi dengan Medicare, Medibank atau Medisave :D. MediLog™ adalah singkatan dari Medical Blog [atau made ady blog juga boleh.. hehe maksa ;) ]. Blog ini adalah tempat saya pertama kali belajar ngeblog, dan sejak 2008 telah pindah tempat ke http://adywirawan.com. Selanjutnya pertanyaan komentar dan diskusi bisa ke rumah yang baru dalam bahasa Indonesia ataupun English.

---ngeBlog sambil belajar dan belajar sambil ngeBlog ---

Tentang Ady Wirawan

Saya dokter lulus tahun 2001 dari Universitas Udayana. Sempat bekerja di Klinik Mas/ RS Bersalin AriCanti Ubud Bali selama satu tahun. Selanjutnya selama dua tahun bertugas di Sulawesi Tengah tepatnya di Laulalang, Tolitoli sebagai Kepala Puskesmas dan Dokter PTT [Pegawai Tidak Tetap]. Sejak tahun 2005, diterima menjadi dosen di Universitas Udayana.
Saat ini saya sedang tugas belajar di Monash University Melbourne, dibidang kesehatan masyarakat dengan spesialisasi kesehatan kerja termasuk penyakit penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan. Saya juga mendalami Kedokteran Penerbangan dan sudah memiliki sertifikasi Australia untuk Kedokteran Penerbangan Sipil.
Latar belakang, kegiatan akademis, opini dan catatan harian saya ada di website pribadi saya di http://adywirawan.com/
Kontak:
Email : ady [at] adywirawan.com, adywirawan [at] yahoo.com
Yahoo Messenger : adywirawan
Skype : ady.wirawan

Ini foto di KTP :mrgreen: ..siapa tahu ketemu dijalan...

Disclaimer:

Informasi dalam blog ini hanya bertujuan untuk memberikan saran dan pendapat, tidak untuk melakukan diagnosis, pengobatan dan tindakan medis yang seharusnya dilakukan melalui proses konsultasi dengan dokter secara langsung.

Last updated: 29 Maret 2008

Baca Selengkapnya >>
Google Powered by  MyPagerank.Net I Visitor Counter Kunjungan
Copyright ©2007 Ady Wirawan I ady[at]adywirawan.com
Some Rights Reserved I Licenced under a Creative Commons Licence 2.5 au